DIA masuk Tentara sejak tahun 1992 dengan Urusan Perijinan Nama oleh Bpk. Zinambula Burhannuddin atau Kemal Pasha,yang berasal dari alamat Jl. Tampera Blok C-16 Batak,Medan Gopeng,dengan nomer telphon yang disebutkan dalam peperiksaan dalam HATI yang Saya lakukan sendiri adalah 0841778899867 atau 08167788669978.
Sedangkan "DIA" sendiri mempunyai Telphon aktif yang BISA Dihubungi adalah sebagai berikut: 0866778866786,08999886678,08998866978,08988667867,081778866786,089998866786, dan khusus yang 09999999999 adalah Nomer untuk dalam Keadaan yang "DARURAT",yang BISA menghubungi DEPHANKAM Malaysia di Indonesia,karena "MEREKA" telah,sedang dan selalu menggunakan Nomer2x telephon yang "AKAN TETAP" Menghubungi seseorang di Malaysia,yang Bernama "TAN CHIU BUN" yang sekarang ini "BERADA" di Jl. Penjaringan Utara Blok O/16 (Selatan PGRI) Jakarta Selatan.
BUKAN HANYA di Malaysia,tetapi juga di Jl. Merak 74 Jakarta atau Surabaya dan juga Jl. Merapi 86 Kediri atau di Jakarta (0341) 886677889667 atau dan (0341) 886677889668
"MEREKA" atau "INI" juga "NOMER2x" yang BISA atau AKAN Dihubungi pada saat "Pembunuhan Bpk. MUNIR,SH atau dan "Bpk. Salwandi Mansyur" adalah juga seorang JAKSA (087878766778),yang AKAN menangani KES "PEMBUNUHAn MUNIR",yang Menjadikan "AL-Zoenoerica sebagai "TERTUDUH BARU",sehingga "DIA" HARUS dan TELAH melakukan sesuatu yang "KREATIF" dalam segala Perancangan dan Perencanaan "Pembunuhan dan Pematian Bpk. Munir,SH" dan juga "PENCULIKAN SANTY",orang2x "CARTEL DIAKONI" yang juga sedang MEMAINKAN "PERANAN PENCULIKAN"
"DIA" juga berperan serta dalam "PENURUNAN BENDERA MERAH PUTIH" di Negara "TIMOR LESTE" dengan "CARA" Membunuh "GUBERNUR Nusa Tenggara Timur" pada saat itu,yang Bernama Bpk. Tinombela Bihirsyah,yang DIPERANKAN oleh seseorang yang Bernama Tinombala asal Kalimantan Tengah,yang beralamat di Jl. Sikatan 74 Surabaya,dengan Nama Chiun Bun Tien (Rodrigo Soares),yang waktu itu "MEREKA" sengaja "MEMPERBESAR2xkan" Cerita tentang "ADANYA" Pergerakan KEMERDEKAAN NTT menjadi sebuah "NEGARA SENDIRI" dipimpin oleh "MISCHA SINOMBALA",yang akhirnya DILAPORKAN pada Pihak Kepolisian RI oleh Bapak Dia,yang juga seorang Paderi Gereja,yang Bernama "PEDRUS SINOMBALA" 0868686778899867 atau 08585856677889867 atau 08585778899867 atau 087878767788967
Dan "SEBELUM" terjadinya "PENYANDERAAN" terhadap Bpk. NURULIN SYAMSUDIN,Beliau sempat "MENGINAP" di Rumah Bpk. MERIDI SOLEH selama 14 hari bersama "TAN KIEN HAT" setelah "TERJADINYA" Pembunuhan di Keluarga2x Keturunan "HOLOCAUST dari Yunan dan Tibet Tahun 1923)
Sampai akhirnya "PEMERKOSAAN" pada Bpk. NURULIN SYAMSUDIN yang dilakukan oleh 4-5 orang "CHINA BANGSAT",yaitu Tan Kien Hat,Ong Tai Kim,.Ong Tai Kon,Ong Tai Kun dan Ong Tai Kiun SAMPAI "BELIAU" Pingsan dan kemudian Bpk. Meridi Soleh dan akhirnya "Bpk. Meridi Soleh" pun "TERBUNUH" dengan Cara yang "SAMA" dengan Bpk. Biwaldi Baharsyah dan Bpk. Biwaldisyah Syamsudin
Dan Bpk. NURUDIN BAHARSYAH Langsung Dipukuli dan Diperkosa oleh Ong Tai Kin,Ong Tai Kiun,Ong Tai Jun,Ong Tai Nien,dan Ong Tai Lien,yang MEMANG Berada di Desa Temboyik Utara,Aceh Utara,yang SAMPAI saat ini MASIH Berada disana,yaitu Di Jl. Pangaribuan No. 704-705 Aceh Tenggara atas nama SINOMBALA JUAHARI atau Ong Tai Kiun 0858566778899867 atau (0341) 86765567 selama 21 hari
Dan akhirnya "BELIAU" berdua Bertemu setelah 21 hari dan kemudian "DISANDERA" untuk "DIPERKOSAKAN dan DIPUKULI" oleh "MEREKA"......"SAMA" seperti "ASEP KURNIAWAN,dan juga ANAK2x Saya"
Dan Anak2x Saya,"DIPUKULI dan DIPERKOSA" oleh Sally Yeow atau Jakarta Billion atau Ibu Petrus Adrianto Sihombing atau Ong Tai Lien atau juga Tan Chie Lien dan SUAMINYA Ong Tai Kiun atau Ong Tai Jiun atau Bpk. PetrUs Adrianto Sihombing,yang Beralamatkan di Perumahan Dosen (PERUMDOS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya,Jl. Tehnik Perancangan Blok E 3 Surabaya beserta Anak2xnya,yang bernama Ong Tai Kim (Junior),Ong Jai Kim,Ong Jai Jun,yang juga bernama Dikim Woentono,Aristanto Suhendrawijaya,Christian Suhendra Hadiwinata "SETELAH adanya PEMBIUSAN' dengan menggunakan "ALKOHOL" dan setelah "MEREKA" suruh "ANAK2x SAYA" BUKA pintu di belakang
Dan Kejadian "SEPERTI INI" Pernah juga "TERJADI" saat "TERBUNUH"nya seseorang yang Bernama "SAKINAH" yang juga bernama "SULIYAH",yang beralamat tinggal di Desa Pernahan Balongsari Mojokerto,yang juga "SAUDARA KANDUNG atau BENIH" dari Ibu. PONAMI,yang "BEKERJA" sebagai "TUKANG MASAK" di Warung "MEREKA" berdua
"SAKINAH" terbunuh di Tahun 1985...Tertusuk Di Dada...Di belakang Rumah..."HANYA KARENA"...Beliau MENOLAK DIPERKOSAKAN oleh Sally Yeow atau Ibu. Petrus Adrianto Sihombing...dengan alsan "MALU" itulah..."DIA" suruh anaknya "CHRISTIAN SUHENDRA HADIWIJAYA" atau "ONG TAI JIUN" untuk "MENUSUK DADA" nya.
Dan sebelum itu Di Tahun 1945,"SALLY YEOW" pun pernah Melakukan "KEKERASAN FISIK" bersama "ANAK" nya yang Bernama "ABRAHAM BILLY SUARI" atau Abraham William Sturdust atau Abraham William Benjamin Sinclair dll pada seseorang yang Bernama "TUNIYEM" asal Jombang,Gondanglegi Rt 14 Rw 16 Jawa Timur.
Dengan ALASAN yang "SAMA" dengan "Pembunuhan SAKINAH"...Mereka Melakukan Hal yang "SAMA"....Tetapi "DIA" melawan dengan cara "MENAMPAR" Sally Yeow...dan akhirnya "BELIAU atau Tukiyem"..."DIKEROYOK" berdua dan "DIMASUKKAN" tangannya di "MINYAK PANAS"
Dan Dengan ALASAN yang "SAMA" juga..."Sally Yeow dan Pellyan Yeow" pun "MEMBUNUH SURMINEM" asal Gondang Legi Rt 14 Rw 16 Mojokerto Jawa Timur,dengan Cara "MENUSUK KEPALA" Surminem....pada saat "BELIAU" TIDUR....
"INI SEMUA" dikatakan "MEREKA" berdua sebagai "PERBINCANGAN RINGAN" kepada seseorang yang BERNAMA "ONG TAI JIUN (senior dan Junior) dan Ong Tai Kim (senior) dan juga Ong Tai Kiun (senior)
BAHKAN "CARA" mereka "CARTEL SINDIKAT DIAKONI",termasuk "MEREKA" memasukkan "SUATU SISTEM VIRUS" melalui sesebuah "BANK",yang bernama "BANK UTAMA dan BANK DANAMON dan juga serta Sistem Peransuran Keuangan,yang berupa angsuran ringan dan berat,yang berupa keuangan dan sistemnya,yang berupa sistem keuangan dan sistem perlakuannya serta sistem Keuangan dan sistem perlakuan,perilaku dan kelakuannya",yang Bernama "AGENT 333" dengan Kode Pembuka 7788991010,yang juga melalui sesebuah "SATELIT".
Jadi "MEREKA" HARUS "MENUNGGU" orang2x yang Mengeluarkan "UANG" sebanyak yang MEREKA MAU Keluarkan
Dan "MEREKA" HANYA BISA mengeluarkan "UANG" yang "SAMA atau DIBAWAH" Nilai Uang yang "DIKELUARKAN" oleh Orang2x yang Melakukan Transaksi keuangan "SEBELUM MEREKA"...Dimanapun mereka berada....baik melalui ATM maupun melalui Transaksi Keuangan didalam

\
Comments