Skip to main content

Posts

Showing posts from January 20, 2017

Tentang "LOVE U ALL.....II"

Pencurian yang dilakukan oleh Ibu Siti Nur Ireng adalah Pencurian "LANGKA",karena Tidak semua orang tahu,apa yang DICURI dari seorang "PRESIDEN". Dan yang DICURI adalah sebuah "PLAT PENCETAK UANG Negara Kesatuan Republik Indonesia",tahun 1932 di Palembang..... Dan di tahun itu..MEMANG Tahun "MENGERIKAN"..karena semua "ORANG TUA" dari beberapa orang "ANAK2x dari Orang2x MANUSIA PERAHU" asal Myanmar atau dan Pedagang asal "CHINA" yang membunuh "ORANG TUA"nya sendiri dan kemudian "DIMUTILASI" oleh Chiun Kien Hat,Chiun Neih Hat,Chiun Chieh Lien selama 62 hari di Palembang Utara Dan kemudian bagian2x tubuhnya sebagian Besarnya,"MEREKA" Simpan untuk Keperluan MAKAN sehari2x selama 3 tahun,dan sebagian besar SUDAH membusuk,karena tidak DIBUANG KULITnya... Dan yang menjadi "SAKSI" adalah Bpk. Hasrudin dan Bpk. Hasrulin Panjaitan Nainggolan itu sendiri Sebenar2xnya "BELIAU...

"LOVE U ALL"

Pencurian yang DILAKUKAN oleh Siti Nur Ireng atau Siti Rahayu Sukarela,yang juga DIKENALI sebagai Ibu NUNUK,yang juga Isteri dari JOKO MINTARSO,yang juga bernama lain "IMET atau SUTARSO". Mereka berdua adalah juga Keluarga dari "IMIN" dan "SUNIYEM",yang bekerja di Rumah Keluarga Bpk. Hamid Al-Qadar dan Keluarga Bpk. Iskandardinata atau lebih dikenali dengan nama "Bpk. OTTO ISKANDARDINATA". Dan LUCUnya..dikarenakan UMUR Ibu saya "PALING KECIL" waktu itu,jadinya BELIAU bingung,yang mana Bapak Beliau,antara Bpk. HAMID AL-QADAR dan Bpk. OTTO ISKANDARDINATA. "SAMA" dengan Saya sendiri,Bingung yang mana Bapak Saya antara Bpk. Hasrudin Panjaitan Nainggolan dan Bpk. R. Soemarjono itu sendiri. Ibu Saya "MENIKAH" dengan 3 laki2x dalam Hidup Beliau Dan "SEKARANG" ini,yang Meninggal hanya Bapak saya,yaitu Bpk. R. SOEMARJONO saja,sedangkan yang lain,"MASIH HIDUP" lagi,yaitu Bpk. Hasrudin Panjaitan...

Tentang "Sesuatu yang BARU dari LAPOR! (1708)"

Sidetone From Wikipedia, the free encyclopedia   Telephony In telephony , sidetone is the effect of sound picked up by the telephone's transmitter (mouthpiece) and instantly introduced at a low electronic signal level into the receiver (earpiece) of the same handset, a form of feedback . Sidetone in 19th century telephones varied until the carbon transmitter was used, which produced a distinct sidetone that discouraged speaking loudly enough, and occasionally so loud as to cause the instrument to produce uncontrolled oscillations, resulting in howling audio effects. Sidetone is disabled when phones of any kind are running in speakerphone mode, due to perpetual and almost immediate feedback. Anti-sidetone circuitry incorporating the principle of the hybrid coil brought sidetone under control in the early 20th century, leaving enough feedback signal to assure the user that the phone is really working, and allowing the use of a unitized telephone handset . In ...