Skip to main content

Tentang "Ini PERIJINAN dari PEMERINTAH JEPANG atau INDONESIA?,sedangkan kalau Pemerintah RI,SUDAHpun DIRUSAK JEPANG2xan.....atau PANCASILA HSA TSU...PETA (Pembela Tanah Air) pun yang "BERBARIS" disuruh Bilang SIAP GARU SIAP GORENG DORENG-DORENG. Mana yang JEPANG,mana yang Orang INDONESIA yang DIJAJAH LINTAH DARAT,yang SAMPAI hari ini MASIH BISA Bilang bahwa INDONESIA TERHUTANG atas segala FASILITAS yang TIONGHWA SEDIAKAN"

 

Tionghoa-Indonesia

Tionghoa-Indonesia adalah salah satu etnis di Indonesia yang asal usul leluhur mereka berasal dari Tiongkok (China). Biasanya mereka menyebut dirinya dengan istilah Tenglang (Hokkien), Tengnang (Tiochiu), atau Thongnyin (Hakka). Dalam bahasa Mandarin mereka disebut Tangren (Hanzi: 唐人, "orang Tang") atau lazim disebut Huaren (Hanzi Tradisional: 華人 ; Hanzi Sederhana : 华人) . Disebut Tangren dikarenakan sesuai dengan kenyataan bahwa orang Tionghoa-Indonesia mayoritas berasal dari Tiongkok selatan yang menyebut diri mereka sebagai orang Tang, sementara orang Tiongkok utara menyebut diri mereka sebagai orang Han (Hanzi: 漢人, Hanyu Pinyin: Hanren, "orang Han"). 

Leluhur orang Tionghoa-Indonesia berimigrasi secara bergelombang sejak ribuan tahun yang lalu melalui kegiatan perniagaan. Peran mereka beberapa kali muncul dalam sejarah Indonesia, bahkan sebelum Republik Indonesia dideklarasikan dan terbentuk. Catatan-catatan dari Tiongkok menyatakan bahwa kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara telah berhubungan erat dengan dinasti-dinasti yang berkuasa di Tiongkok. Faktor inilah yang kemudian menyuburkan perdagangan dan lalu lintas barang maupun manusia dari Tiongkok ke Nusantara dan sebaliknya.

Setelah negara Indonesia merdeka, orang Tionghoa yang berkewarganegaraan Indonesia digolongkan sebagai salah satu suku dalam lingkup nasional Indonesia, sesuai Pasal 2 UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.[4]

Berkas:The Hong Eng, ethnic Chinese in Indonesia, ID card during Japanese occupation, 1943.jpg

 

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/00/The_Hong_Eng%2C_ethnic_Chinese_in_Indonesia%2C_ID_card_during_Japanese_occupation%2C_1943.jpg


Ringkasan

Deskripsi
English: Identity card of 26-year-old The Hong Eng, wife of Oh Boen Liang, dated 1942 (Japanese imperial year 2602). The was an ethnic Chinese living in Japanese-occupied Dutch East Indies (now Indonesia), as indicated by her nationality "Tionghwa" (Tionghoa) and residence "Soerabaia" (Surabaya).
Bahasa Indonesia: Kartu Identitas yang digunakan pada Zaman Pendudukan Jepang di Indonesia atas nama The Hong Eng (26 tahun), istri dari Oh Boen Liang, tinggal di Kalianyar, Surabaya, tertanggal 2602 tahun Jepang (1942). Dokumen ini menggunakan istilah Tionghoa (tertulis "Tionghwa") sebagai penanda etnis.
Tanggal (Japanese imperial year 2602)
Sumber http://tjamboek28.multiply.com/photos/photo/61/3 (dead link)
Pembuat Japanese government in Indonesia
Izin
(Menggunakan kembali berkas ini)
Public domain According to Japanese Copyright Law the copyright on this work has expired and is as such public domain. According to articles 51 and 57 of the copyright laws of Japan, under the jurisdiction of the Government of Japan works enter the public domain 50 years after the death of the creator (there being multiple creators, the creator who dies last) or 50 years after publication for anonymous or pseudonymous authors or for works whose copyright holder is an organization.
Note: Use {{PD-Japan-oldphoto}} for photos published before December 31, 1956, and {{PD-Japan-film}} for films produced prior to 1953.
Flag of Japan.svg
Public domain This work is in the public domain in the United States because it meets three requirements:
  1. it was first published outside the United States (and not published in the U.S. within 30 days),
  2. it was first published before 1 March 1989 without copyright notice or before 1964 without copyright renewal or before the source country established copyright relations with the United States,
  3. it was in the public domain in its home country (Jepang) on the URAA date ().

Dialog-warning.svg For background information, see the explanations on Non-U.S. copyrights.
Note: This tag should not be used for sound recordings.

Log pengunggahan asli

The original description page was here. All following user names refer to id.wikipedia.
Upload date | User | Bytes | Dimensions | Comment
  • 2007-09-27 06:44:38 | Bennylin | 193246 | 800×1174 | Surat tidak bertanggal dari jaman kolonial Indonesia ini menunjukkan antara lain penggunaan dokumen berejaan lama, dokumen Indonesia beraksara bilingual Hanzi-Indonesia, dokumen Indonesia lama yang menggunakan istilah Tionghoa (Tionghwa)

Riwayat berkas

Klik pada tanggal/waktu untuk melihat berkas ini pada saat tersebut.

Tanggal/WaktuMiniaturDimensiPenggunaKomentar
terkini15 Juli 2011 12.00Miniatur untuk versi per 15 Juli 2011 12.00800 × 1.174 (189 KB)Arsonal{{BotMoveToCommons|id.wikipedia|year={{subst:CURRENTYEAR}}|month={{subst:CURRENTMONTHNAME}}|day={{subst:CURRENTDAY}}}} The upload bot is User:CommonsHelper2 Bot which is called by [http://toolserver.org/~commonshelper2/index.php CommonsHelper2]. The t


Comments

Popular posts from this blog

Tentang "KOUMINTANG di JAKARTA,INDONESIA sejak Tahun 1920"

Kuomintang Kuomintang atau Partai Nasionalis Tiongkok ( Hanzi : 中國國民黨; Pinyin : Zhōngguó Guómíndǎng ) adalah partai politik tertua dalam sejarah modern Tiongkok . Partai ini didirikan oleh Sun Yat-sen dengan tujuan revolusi melawan Kekaisaran Qing dan mendirikan Republik Tiongkok demi adanya pembaruan di Tiongkok.   Pada saat ini, berbeda dari Partai Pertama Rakyat , Kuomintang lebih mendukung reunifikasi dengan RRT daripada merdeka. Kepemimpinan Kuomintang berganti nama jabatan dari Perdana Menteri pada zaman Sun Yat-sen, Presiden pada zaman Chiang Kai-shek tahun 1938 dan akhirnya Ketua Partai pada zaman Chiang Ching-kuo. Untuk pertama kalinya, partai yang hampir berumur 100 tahun ini menyelenggarakan pemilihan langsung Ketua Partai pada tanggal 16 Juli 2005 dengan 2 kandidat Ma Ying-jeou dan Wang Jin-pyng . Ma kemudian memenangkan pemilihan ini dengan 70% suara pemilih dan akan memimpin KMT untuk masa jabatan 4 tahun. Ketua Partai dibatasi masa jabatanny...

Tentang "PENYIKSAAN dan PENYANDERAAN KELUARGA SAYA di INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA,Jl. TEHNIK PERANCANGAN BLOK E 3 SURABAYA"

Saya SUDAH TAHU bahwa sebenar2xnya Anak2x Saya "TERLUKA" HATI dan BADANIAH "MEREKA". Bahkan "MEREKA" berdua SENGAJA diletakkan didepan "BAPAK MEREKA" agar supaya "MEREKA TAHU dan TAKUT" pada "PARA PELAKU" yang MEMANG " ORANG2x CARTEL dan SINDIKAT DIAKONI" "MEREKA,PARA PELAKU"..bahkan "MEMASUKKAN atau bahkan MENYIRAMKAN MINYAK PANAS" pada "MATA ASEP KURNIAWAN" dan akhirnya "TERKENA" kaki anak Saya "ROMAN BINTANG KURNIA RAMADHAN" "MEMANG" Saya "AKUI" tidak panas.....TAPI itu "HANGAT" menurut "PELAKU",,,Tapi apabila "TERKENA MATA memang TIDAK SAMA" Dan setahu Saya...."MATA ASEP KURNIAWAN sekarang DISIRAM TINER" oleh "MEREKA ,PARA PELAKU" di Jl. DANAKARYA INDAH BARAT 17A,selatan ATM MANDIRI  Jl. DANAKARYA  INDAH SURABAYA Dan "MEREKA BERDUA" MEMANG ditutup mulut dengan "CARA MER...

Tentang "Peringatan dari Google.Inc"

New sign-in from Chrome on Windows Hi Moerti, Your Google Account bintangtegar150177@gmail.com was just used to sign in from Chrome on Windows . Moerti Rahajani bintangtegar150177@gmail.com Windows Monday, November 28, 2016 9:01 PM (Western Indonesia Time) East Java, Indonesia* Chrome Don't recognize this activity? Review your recently used devices now. Why are we sending this? We take security very seriously and we want to keep you in the loop on important actions in your account. We were unable to determine whether you have used this browser or device with your account before. This can happen when you sign in for the first time on a new computer, phone or browser, when you use your browser's incognito or private browsing mode or clear your cookies, or when somebody else is accessing your account. Best, The Google Accounts team *The location is approximate and determined by the IP address it was coming from. This email can't receive replies. ...