Memang HARUS...Saya AKUI bahwa "SISTEM INFORMASI" dari Pihak Kepolisian RI "MEMANG BAGUS" sekali....
Sampai SAYA sendiri "HARUS MENGAKUI" juga bahwa "PEMBELAAN DIRI SAYA" semakin "TIDAK BISA SAMPAI" dengan "SELAYAKNYA sebagai Seorang Warga Negara"
Dan MEMANG Saya PERNAH "MELAPORKAN" Hal ini kepada Pihak "POLSEKTA SUKOLILO" Surabaya...By PHONE
Hal ini "MEMANG" Berkaitan erat dengan seseorang yang "BERDEKATAN dan BERKAITAN" dengan seseorang yang Mempunyai "POSISI PENTING" di SISTEM "PRECIDENCY REPUBLIK INDONESIA"
Dan "ANEH"nya..."KENAPA SELALU BERKAITAN DAN BERKENAAN DENGAN KOMUNIS dan atau ISDV dan atau ORGANDA (Organisasi DARAH atau Organisasi GANDA atau Organisasi DUPLIKAT INDONESIA,yang juga berarti IMITEN (Indeks Harga EMITEN) ENDORSMENT ASTRONESIA)
Banyak "KATA,KATA2x atau dan KALIMAT" yang "MEREKA PAKAI" untuk BERBAGAI "KODE" dalam PENULISAN surat2x ataupun Surat-Menyurat maupun dalam Pemaknaan dan Pengartian dalam "BERBAHASA dan BERBICARA serta BERKOMUNIKASI"
Seperti dalam kata "SUMANAK",yang dalam Bahasa "JAWA" itu artinya "Sistem yang Diterapkan dalam "Kekeluargaan" Tapi apabila "MEREKA" yang "MENGUCAPKAN" akan "BERMAKNA PANJANG dan LAIN"
Andai "MEREKA" Berkata bahwa "Seorang Moerti Rahajani adalah seorang yang SUMANAK" pada Keluarganya....Itu artinya "Saya DIKENALI dengan BAIK oleh Keluarga SAYA"
Dan itu akan "MENYEBABKAN" Perkataan "MEREKA" akan Mengarahkan pada "PERILAKU,KELAKUAN dan PERILAKU" dalam berkata2x bahwa "Moerti Rahajani AKAN DIDENGAR semuanya...DIKENALI semua Sifat2xnya ...Intinya "KENAL BETUL dan BETUL2x KENAL"...Siapa saja "BELIAU"...TANPA MEMANDANG APA-APAPUN...DIMANAPUN..SIAPAPUN..."
Dan "MEREKA" SELALU AKAN "MEMBICARAKAN ataupun MEMBERITAKAN" semuanya...YANG SALAH tentang "MOERTI RAHAJANI"
Padahal "SAYA ADA DIDEPAN MATA MEREKA"
"ADA APA SUSAH2X KESANA-SINI?"
"MEREKA" Anggap SAYA seorang "BABU".....SAYA TERIMA
"SAYA MEMANG seorang DIAKONOS bagi MEREKA"
DIAKONOS memang PELAYAN
Tapi "DIAKONOS" bagi "MEREKA" adalah DIA adalah EMITEN...KON adalah juga berarti KITA,Warga Negara Indonesia (KOMUNIS (Dari kata "COMUNI" yang selalu BERGERAK "BERSAMA"...Ini berkaitan dengan KERJA Beliau selaku PRESIDEN RI yang "MEMERLUKAN Staf2x" atau KOMUNITAS (Keluarga atau dan Organisasi dll) NASIONALIS) yang juga EMITEN yang Dikaitan dengan SISTEM "OMBUDSMAN SOSIALIS"
Hal ini "MENYEBABKAN" Saya "TERPIKIR" bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia "DISISTEMKAN MONEY LAUNDRY beserta VARIASInya dan juga BIROKRASI LAUNDRYING" oleh Pihak Partai Komunis Indonesia
TERBUKTI Hal ini juga PERNAH "DIUCAPKAN" didepan Pihak Kepolisian RI bahwa Kepolisian RI adalah "PELAYAN" Masyarakat,yang bagi Saya...APABILA "KITA SEMAK PEMBICARAAN Pihak2x tersebut di Polsekta Sukolilo Surabaya" ITU Berarti adalah "LAW ENFORCEMENT" itu sendiri.
Sedangkan Saya sendiri di "Rektorat ITS Surabaya" DISANGKAKAN "Seorang ANALIS LINGKUNGAN Pihak KIRI (dulu)",hanya karena Kesemuanya Program Organisasi Satu Kesatuan atau 1st "MENGINGINKAN" adanya "PERSAMAAN HAK dan KEWAJIBAN semua TKI dimanapun Mereka Tinggal,Hidup dan Bekerja di bidang HAM Ketenagakerjaan, Kebebasan Financial,Pengakuan Diri Sendiri dan Diri Pribadi (ownership maupun belonging) serta KEAMANAN LINI PRODUK dari HULU sampai ke HILIR"
INIpun "BERHUBUNGAN dan BERKENAAN dengan KATA "SUMANAK" lagi"
Karena "SUMANAK" adalah SUATU UMPAN MUSO untuk ANALIS NALINI KANAN
Dan pada INTINYA "Saya DIJADIKAN UMPAN" bagi semua Pihak yang "MENDUKUNG" Program Saya...dan salah satunya adalah Bpk. Yusril Ihza Mahendra,Bpk. Badrodin Haiti dan Ibu Tri Rismaharini untuk DATANG dengan berbagai CARA dan ALASAN dengan MEMBAWA "BENDERA Satu Kesatuan atau 1st"
"MEREKA" AKAN "DEKAT" dengan Bpk. Yusril Ihza Mahendra,sebagai apapun TERMASUK "PENGACARA" maupun dengan pihak Kepolisian RI melalui Bpk. Badrodin Haiti dan dengan Pihak PEMKOT serta Rektorat ITS Surabaya melalui Ibu Tri Rismaharini
"MEREKA" JADIKAN anak2x SAYA sebagai "SANDERA" Perlakuan,Kelakuan dan Perilaku HUKUM dan UU yang "KELIHATAN dan MEMANG SAH Di mata HUKUM NKRI"
INI "SAMA" dengan "PERKATAAN ABRAHAM atau EDDHI atau BAMBANG" yang "MENGATAKAN" bahwa Akan Mempersoalkan,Mempertanyakan dan Mempermasalahkan ataupun Mempersalahkan tentang EKSISTENSI Rumah Saya yang Beralamatkan di Perum Griyo mapan Sntosa Blok EI 39 Waru Sidoarjo,agar supaya Pihak POMAL maupun ASABRI "BER-REAKSI" dan Kemudian "MENGIKUTI" segala "PEMASALAHAN" yang MEREKA Perlakukan pada Ke-eksistensian Rumah Saya tersebut.
Dan akhirnya..."PIHAK yang LAIN,yang DIAJAK untuk MELIHAT,MENDENGAR dll Perilaku Perorangan maupun Kelembagaan AKAN juga BER-REAKSI,dan "MEREKA" akan "MENCARI ataupun SENGAJA MEMBERLAKUKAN kepada Orang2x yang TELAH LAMA BERKONTRA dengan MEREKA" untuk kemudian "DISELESAIKAN" secara "HUKUM dan UU" secara "SAH" dalam apapun.
Mis:
Abraham akan MEMBELI RUMAH yang MEMANG BERMASALAH
Rumah itu yang PUNYA sudah lama "KONTRA" dengan DIA....
"Otomatis" Surat Sewa Kontrak ITU AKAN DIBAWA
Tapi BISA JUGA "JUAL-BELI RUMAH" adalah FIKTIF juga
Dan itu AKAN MENYEBABKAN Pihak2x yang berkenaan dan berkaitan dengan "PENSIUN Bapak Saya,Yaitu Bpk. R. Soemarjono "OTOMATIS" AKAN "BEKERJA untuk "MEREKA"
Dan itu "AKAN DIOLAH Kata,KATA2x dan KALIMAT"kan dengan "POLITIS"
"SAMA" dengan "PERISTIWA SAYA"
1. Mereka Memakai SMS saya pada Bpk. Marsudi Aman untuk "PENGAKUAN TINDAKAN MEREKA",seperti "PERKAWINAN" dan "STATUS PERWALIAN ANAK2x SAYA pada Bpk. Yusril Ihza Mahendra"
2. Sidik2x Jari Pihak2x yang tersebutkan diatas,di PerumDOS ITS Jl. Tehnik Perancangan Blok E-5 Surabaya BUKAN di PerumDOS ITS Jl. Tehnik Perancangan Blok E-3 Surabaya..."KENAPA?"
3. TIDAK ADANYA PENGAKUAN dari Ibu Siti Rahayu Sukarela dan JOKO MINTARSO pada "KEWARGANEGARAAN" Saya
TERBUKTI...Pada saat Saya MENGURUSKAN Surat Kehilangan KTP dan Berbagai Surat2x yang LAIN,termasuk "SURAT PELUNASAN RUMAH atas Nama Ibu. R.A.Sri Rahajoe,yang beralamatkan di PERUM Griyo Mapan Sentosa Blok EI-39 Waru Sidoarjo di Polresta Genteng di Jl. Ambengan 39 Surabaya,1 jam sebelumnya.."MEREKA" BERDUA "CALL" pada Polresta Ambengan bahwa "Moerti Rahajani MEMBAWA IDENTITAS PENGANTAR dari SMA Negeri 4 Surabaya yang PALSU"
4. Bahkan sampai "MEREKA" BERANI "MEMAKAI PELAPORAN SAYA melalui telphon 031-5948033" untuk kemudian "DILAPORKAN" pada "Polsekta Lain"...sekan2x "Polsekta Sukolilo Surabaya"...TIDAK PERNAH BEKERJA ataupun TIDAK ADA TANGGAPAN dari "BELIAU" semua
5. "MEMANGGIL" dan "MEMAKAI FASILTAS Kepolisian RI" dimana2x..untuk kemudian "MENGUMUMKAN" di Pihak yang "KONTRA" bahwa..."MEREKA" sudahpun "MENGHADAP dan MELAPOR" tapi...TIDAK ADA hal2x yang "PERLU DIKHAWATIRKAN"..padahal sebetulnya "SEMUANYA MASIH DALAM PENYELIDIKAN"...Jawaban "BELIAU"
Sebab kalau "TAHAP PENYELIDIKAN memang BELUM TENTU ADA PENANGKAPAN walau BUKTI VALID maupun OTENTIK SUDAHpun DITERIMA bahkan PENGAKUAN sekalipun"
Ataupun juga "MEMPERKUAT PENGAKUAN bahwa "MEREKA" KELIHATAN "TIDAK BERSALAH" maupun seorang "POLISI"
"SAMA" dengan Surat ROMAN 15:3
Dikarenakan DIPANDANG SALAH......"MEREKA" MENUNTUT" kepada Pihak Kepolisian RI untuk "BERJALAN BERSAMA" mereka
Kepolisian RI adalah PELAYAN MASYARAKAT aatau DIAKONOS
Dan itu HANYA Akan "SEKALI LAGI"...Memperkuat BUKTI bahwa "Pihak Kepolisian RI" MEMPERBENARKAN atau MEMBENARKAN semua Perilaku.Kelakuan dan Perlakuan "MEREKA terhadap "Pihak yang KONTRA" dengan "MEREKA"
Padahal "INFORMASI" yang SAYA ataupun Pihak Kepolisian RI,terima ataupun dapatkan adalah "BERBEDA"
"SAMA" dengan PERISTIWA Saya dengan Bpk. Yusril Ihza Mahendra,Bpk. Badrodin Haiti dll Pihak yang Saya "INGINKAN" untuk "MENYELESAIKAN MASALAH" tapi MEMBAWA "KELEMBAGAAN ITS Surabaya",berdasarkan "INFORMASI" yang TELAHpun Saya BERIKAN kepada Pihak2x yang berkenaan dan berkaitan dengan "PERISTIWA Pemukulan Bpk. Yusril Ihza Mahendra di ITS Surabaya"
"SAMA" dengan "PERISTIWA Bpk. SOEKARNO selaku dan sebagai apapun di Negara Kesatuan RI"
"SAMA" juga dengan Situasi dan kondisi yang "DIHADAPI" oleh Bpk. Yusril Ihza Mahendra dan juga Anak Saya yang I,yaitu Roman Bintang Kurnia Ramadhan yang juga "MENGALAMI" hal yang seperti "ITU"
Dan "SAMA" juga Sewaktu tahun 1965 yang lalu..."DIBERITAKAN ADANYA SOEKARNO disana sini dengan BERBAGAI PERMASALAHAN dalam Hidup dan Kehidupan Beliau sebagai dan selaku apapun di depan ALLAH SWT (TUHAN) maupun Negara Kesatuan RI" itu sendiri,tapi yang "ADA" adalah "ORANG LAIN".....Tetapi yang "MEMBICARAKAN ataupun yang MENYAMPAIKAN BERITA kepada Pihak KOMUNIS ataupun KOMUNITAS Bpk. SOEKARNO selaku Presiden RI waktu itu "PASTI dan YAKIN" itu adalah KEINGINAN dan PERINTAH ASLI dari PANGLIMA PERANG maupun APA2x KEDUDUKAN,POSISI dan JABATAN dari Bpk. SOEKARNO di mata Hukum dan UU Negara Kesatuan RI"
ITULAH "TUGASAN VOICE SOEKARNO"
Dan sekarang ini adalah "TUGASAN VOICE MOERTI RAHAJANI ataupun dan YUSRIL IHZA MAHENDRA"
Padahal semua "SURAT2x yang DITUNJUKKAN Memang ASLI......"
Bagaimana "TIDAK ASLI" semua "ASLI" tapi Memang Menjadi "PALSU" saat "ISIAN atau CONTENT daripada SURAT2x maupun Surat-Menyurat itu TIDAK DIKETAHUI oleh SI Pembuat Surat"
"SAMA" dengan Saya juga...
Dan itu DILAKUKAN oleh "Pihak2x ITS yang TIDAK BERTANGGUNG-JAWAB atas PEMAKAIAN Surat2x TANPA SEIJIN Si PEMBUAT ataupun Si PENGIRIM ataupun SI PEMOHON Perlakuan,Kelakuan maupun Perilaku JALAN Surat2x maupun Surat2x"
Sampai akhirnya "MENYEBABKAN" berbagai "KERETAKAN KERUKUNAN KEKELUARGAAN"
"KETIDAKPERCAYAAN" pada Bpk. SOEKARNO atau dan Saya sendiri
"SAMA" dengan SAYA.....
Hal ini "Berkaitan ERAT dengan ADANYA Organisasi Satu Kesatuan atau 1st",yang juga "ERAT BERDEKATAN Dengan HAM Ketenagakerjaan yang PASTI dan AKAN Berkenaan dan berkaitan dengan "KEUANGAN dan UANG beserta KELEMBAGAAN beserta APATURnya"
Yang "MEMANG RENTAN" untuk "BERHADAPAN" dengan "KAUM KIRI" yang Mengenali "SISTEM ANTI MERKALITISME" atau "ANSO TANAM INDONESIA MERKANTILISME"
Sedangkan "ANSO" sendiri BISA Berarti "KESEMUANYA PEMBICARAAN"
Sedangkan HAM sendiripun "BERJALAN" dengan "SEORANG YUSRIL IHZA MAHENDRA"
"APALAGI yang DIRAGUKAN ADANYA EMITEN atau dan Perlakuan serta Perilaku dan Kelakuan2xnya di ITS Surabaya?"
"BASIS UTAMA KOMUNIS" adanya DI Kepolisian RI BUKAN pada Dunia Pendidikan lagi.
"BEWARE!!! ITS..."
"Jadilah MAHA....BUKAN Lagi SISWA...."
Comments