Berbagai usaha pernah dilakukan Arsip Nasional untuk mendapatkan kejelasan mengenai surat ini. Bahkan, Arsip Nasional telah berkali-kali meminta kepada Jendral (Purn) M. Jusuf, yang merupakan saksi terakhir hingga akhir hayatnya 8 September 2004, agar bersedia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, namun selalu gagal. Lembaga ini juga sempat meminta bantuan Muladi yang ketika itu menjabat Mensesneg, Jusuf Kalla, dan M. Saelan, bahkan meminta DPR
untuk memanggil M. Jusuf. Sampai sekarang, usaha Arsip Nasional itu
tidak pernah terwujud. Saksi kunci lainnya, adalah mantan presiden Soeharto. Namun dengan wafatnya mantan Presiden Soeharto pada 27 Januari 2008, membuat sejarah Supersemar semakin sulit untuk diungkap
Bahkan memang terjadinya KONTROVERSI POLITIK tertentu,TAPI ITU Kalangan ELITE
Jadi "UNTUK APA" Pemberitaan tentang "Ketidak OTENTIKAN daripada SESUATU atau SESEORANG yang SUDAHpun DINYATAKAN secara SAH oleh HUKUM dan UU NKRI kepada KHALAYAK UMUM"
ITU KERJA PROVOKATOR yang INGIN MEMPERBESARkan "SUATU CERITA sehingga TERJADINYA SUATU PEMESONGAN yang DILAKUKAN oleh Pemerintah RI"
Padahal TIDAK...
ITU KERJA Orang2x "KERE dan MUNAFIK"
Dan Biasanya "CERITA seperti itu SUDAH BEREDAR sebelumnya,tapi HANYA di Kalangan KOMUNITAS Mereka SAJA"
TIDAK SECARA REGIONAL,NASIONAL dan INTERNASIONAL
BEWARE!!!!!!