Metode pembantaian meliputi penembakan atau pemenggalan dengan menggunakan pedang samurai Jepang. Mayat-mayat dilempar ke sungai, hingga pejabat-pejabat mengeluh karena sungai yang mengalir ke Surabaya tersumbat oleh jenazah. Di wilayah seperti Kediri, Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama menyuruh orang-orang komunis berbaris. Mereka lalu menggorok leher orang-orang tersebut, lalu jenazah korban dibuang ke sungai.[19][28] Pembantaian ini mengosongkan beberapa bagian desa, dan rumah-rumah korban dijarah atau diserahkan ke angkatan bersenjata.[28]
Pembantaian telah mereda pada Maret 1966, meskipun beberapa pembersihan kecil masih berlangsung hingga tahun 1969.[17][29][30] Penduduk Solo menyatakan bahwa meluapnya sungai Bengawan Solo yang tidak biasa pada Maret 1966 menandai berakhirnya pembantaian.[30]
INGAT!!!
Bahwa pada saat TANGKI MINYAK itu sebetulnya ada 4 buah yang HILANG....!!!
Yang 2 DIJUAL......yang katanya adalah MILIK orang JEPANG........
DIA yang NEGOSIASI dengan Pihak Pemerintah RI dari HASIL PENJUALAN Minyak RENTUNGAN Mayat tadi yang juga BISA DIGUNAKAN sebagai MINYAK PELUMAS PELURU untuk SENJATA SENAPAN untuk MELEPASKAN orang2x Mereka yang SEBETULNYA MEMANG Merupakan KORBAN EMITEN JELAS,karena Mereka DIPERGUNAKAN Identitasnya Secara Jelas dan Nyata oleh Mereka.
Dan itu sebetulnya TINDAKAN yang secara TIBA2x.karena Mereka TIDAK MENYANGKA bahwa Mereka DALAM PENGEJARAN....dan PENGINTAIAN.....
Comments