Istilah umum
Perusahaan militer swasta juga dikenal dengan kontraktor militer swasta, namun istilah ini lebih ditujukan untuk seorang individual yang dipekerjakan atau dikontrak oleh perusahaan militer swasta.Perusahaan militer swasta sering masuk dalam kategori yang sama dengan kontraktor pertahanan, namun kontraktor pertahanan lebih terfokus kepada penyediaan perangkat keras dan peralatan militer, serta tenaga manusia yang mendukung perawatan peralatan tersebut. Sedangkan perusahaan militer swasta menyediakan tenaga manusia yang terlatih secara operasional dan taktis, termasuk pengalaman bertempur.
Konvensi Jenewa Ketiga (GCIII) tahun 1949 tidak menyatakan perbedaan antara kontraktor pertahanan dan perusahaan militer swasta, konvensi tersebut hanya mendefinisikan kategori kontraktor persediaan. Bila seorang kontraktor persediaan dilengkapi kartu identitas lengkap dari angkatan bersenjata yang mempekerjakannya, mereka harus diperlakukan sebagai tahanan perang kalau tertangkap (GCIII Artikel 4.1.4). Namun, apabila seorang kontraktor melakukan pertempuran, kontraktor tersebut dapat diklasifikasikan sebagai tentara bayaran, berdasarkan Protocol I Additional to the Geneva Conventions 1997 (Protokol I) Artikel 47.c. Kontraktor yang tertangkap sebagai tentara bayaran akan kehilangan haknya atas status tahanan perang. Protokol I tidak ditanda tangani oleh Amerika Serikat, salah satu alasannya adalah bahwa protokol ini tidak akan berlaku untuk "pejuang kemerdekaan".
Comments