Skip to main content

Kisah Sukses "LAPOR! atau dan 1708"

Kisah Sukses LAPOR!


Layanan yang cepat:
"Terima kasih untuk tanggapan dan klarifikasinya yang super cepat..."
Pelapor mengeluhkan proses layanan balik nama di kantor Badan Pertanahan Nasional Tigaraksa, Tangerang yang memakan waktu terlalu lama hingga 2 bulan. Padahal sesuai dengan informasi mengenai prosedur, layanan ini dapat diselesaikan hanya dalam 5 hari. Dalam waktu 50 menit setelah laporan didisposisikan, Badan Pertanahan Nasional langsung memberikan tindak lanjut bahwa permohonan balik nama telah selesai sesuai waktu yang ditentukan dan sudah dapat diambil semenjak waktu itu.
Hasil nyata yang memuaskan:
"Uang (pungutan liar) sebesar Rp. 20.000,- telah dikembalikan kepada saya."
Pelapor melaporkan adanya pungutan liar (pungli) atas pengurusan Kartu Keluarga di salah satu kelurahan di DKI Jakarta. Menerima laporan ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, memberikan respon kepada pelapor bahwa tidak ada pengenaan biaya dalam pengurusan Kartu Keluarga, serta melakukan tindak lanjut atas permasalahan yang dilaporkan. Selang beberapa jam saja pelapor mengkonfirmasi bahwa uang pungli sudah dikembalikan kepadanya oleh petugas kelurahan terkait.
Koordinasi antara Pemerintah Pusat dan wilayah:
"Terima kasih atas tindak lanjutnya, setelah didisposisikan, semua proses telah selesai. Kami sangat mengapresiasi atas bantuan yang diberikan oleh LAPOR!. Semoga kedepannya bertambah baik."
Pelapor mengadukan adanya indikasi pungutan liar dalam upaya pengembalian barang bukti persidangan kepada korban di Kejaksaan Negeri Gunung Sugih, Lampung Tengah. LAPOR! mendisposisikan laporan tersebut kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia, yang setelahnya langsung meminta informasi pelengkap kepada pelapor. Setelah dilakukan koordinasi, tindak lanjut membuahkan hasil. Proses pengembalian barang bukti persidangan kepada korban selesai 10 hari setelah laporan didisposisikan.
Pelaporan Tanpa Batas Wilayah:
"Saya dari pihak keluarga mengucapkan banyak terima kasih, kasus kapal nelayan KMN Hidup Bahagia V dan juragannya yang bernama La Mola telah selesai dan dinyatakan bebas, dan kini mereka telah tiba di Kupang"
Pelapor melaporkan adanya penangkapan terhadap nelayan Indonesia oleh otoritas Australia karena dinilai melanggar batas perairan Indonesia-Australia. Pelapor mewakili keluarga nelayan memberikan data dan informasi lengkap perihal identitas kapal dan awaknya serta koordinat penangkapan. Laporan ini diteruskan ke Kementerian Luar Negeri dan disalinkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk dituntaskan. Melalui LAPOR!, Kementerian memastikan para nelayan berada dalam kondisi baik dan telah mendapatkan bantuan kekonsuleran. Tak lama kemudian akhrinya mereka dilepaskan dan diperbolehkan menggunakan kapalnya untuk kembali ke Tanah Air.
Untuk melihat tindak lanjut lainnya dari pemerintah, dapat lihat di sini.

Popular posts from this blog

Tentang "KOUMINTANG di JAKARTA,INDONESIA sejak Tahun 1920"

Kuomintang Kuomintang atau Partai Nasionalis Tiongkok ( Hanzi : 中國國民黨; Pinyin : Zhōngguó Guómíndǎng ) adalah partai politik tertua dalam sejarah modern Tiongkok . Partai ini didirikan oleh Sun Yat-sen dengan tujuan revolusi melawan Kekaisaran Qing dan mendirikan Republik Tiongkok demi adanya pembaruan di Tiongkok.   Pada saat ini, berbeda dari Partai Pertama Rakyat , Kuomintang lebih mendukung reunifikasi dengan RRT daripada merdeka. Kepemimpinan Kuomintang berganti nama jabatan dari Perdana Menteri pada zaman Sun Yat-sen, Presiden pada zaman Chiang Kai-shek tahun 1938 dan akhirnya Ketua Partai pada zaman Chiang Ching-kuo. Untuk pertama kalinya, partai yang hampir berumur 100 tahun ini menyelenggarakan pemilihan langsung Ketua Partai pada tanggal 16 Juli 2005 dengan 2 kandidat Ma Ying-jeou dan Wang Jin-pyng . Ma kemudian memenangkan pemilihan ini dengan 70% suara pemilih dan akan memimpin KMT untuk masa jabatan 4 tahun. Ketua Partai dibatasi masa jabatanny...

Tentang "PENYIKSAAN dan PENYANDERAAN KELUARGA SAYA di INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA,Jl. TEHNIK PERANCANGAN BLOK E 3 SURABAYA"

Saya SUDAH TAHU bahwa sebenar2xnya Anak2x Saya "TERLUKA" HATI dan BADANIAH "MEREKA". Bahkan "MEREKA" berdua SENGAJA diletakkan didepan "BAPAK MEREKA" agar supaya "MEREKA TAHU dan TAKUT" pada "PARA PELAKU" yang MEMANG " ORANG2x CARTEL dan SINDIKAT DIAKONI" "MEREKA,PARA PELAKU"..bahkan "MEMASUKKAN atau bahkan MENYIRAMKAN MINYAK PANAS" pada "MATA ASEP KURNIAWAN" dan akhirnya "TERKENA" kaki anak Saya "ROMAN BINTANG KURNIA RAMADHAN" "MEMANG" Saya "AKUI" tidak panas.....TAPI itu "HANGAT" menurut "PELAKU",,,Tapi apabila "TERKENA MATA memang TIDAK SAMA" Dan setahu Saya...."MATA ASEP KURNIAWAN sekarang DISIRAM TINER" oleh "MEREKA ,PARA PELAKU" di Jl. DANAKARYA INDAH BARAT 17A,selatan ATM MANDIRI  Jl. DANAKARYA  INDAH SURABAYA Dan "MEREKA BERDUA" MEMANG ditutup mulut dengan "CARA MER...

Tentang "Peringatan dari Google.Inc"

New sign-in from Chrome on Windows Hi Moerti, Your Google Account bintangtegar150177@gmail.com was just used to sign in from Chrome on Windows . Moerti Rahajani bintangtegar150177@gmail.com Windows Monday, November 28, 2016 9:01 PM (Western Indonesia Time) East Java, Indonesia* Chrome Don't recognize this activity? Review your recently used devices now. Why are we sending this? We take security very seriously and we want to keep you in the loop on important actions in your account. We were unable to determine whether you have used this browser or device with your account before. This can happen when you sign in for the first time on a new computer, phone or browser, when you use your browser's incognito or private browsing mode or clear your cookies, or when somebody else is accessing your account. Best, The Google Accounts team *The location is approximate and determined by the IP address it was coming from. This email can't receive replies. ...