Tentang TV One Bongkar Rekayasa Licik Memfitnah Aksi Bela Islam 411 Peserta Dibayar Rp 500Ribu Label: Berita, Populer, Serba Serbi, Video

Konten Media Sosial Yang Semakin Meresahkan dan Cenderung SARA
Yth. Kementerian Komunikasi dan Informatika,
Saya sebagai masyarakat hanya merasa khawatir & resah mengenai kerukunan masyarakat di indonesia terkait panas nya situasi di media sosial. Tolong akun facebook pada alamat yg saya kirim ini di awasi... https://www.facebook.com/Tahukah.anda.news/?hc_ref=NEWSFEED&fref=nf....karena kalau saya perhatikan konten-konten berita yang di share oleh link facebook itu ada unsur provokasi dan SARA. Adapun benar atau tidaknya dugaan saya ini tergantung dari pihak yang berwenang nanti menilai & menanggapinya. Berikut ini saya lampirkan salah satu capture dari konten berita yg di share oleh akun facebook itu.
Mohon ditindaklanjuti, terima kasih
Saya sebagai masyarakat hanya merasa khawatir & resah mengenai kerukunan masyarakat di indonesia terkait panas nya situasi di media sosial. Tolong akun facebook pada alamat yg saya kirim ini di awasi... https://www.facebook.com/Tahukah.anda.news/?hc_ref=NEWSFEED&fref=nf....karena kalau saya perhatikan konten-konten berita yang di share oleh link facebook itu ada unsur provokasi dan SARA. Adapun benar atau tidaknya dugaan saya ini tergantung dari pihak yang berwenang nanti menilai & menanggapinya. Berikut ini saya lampirkan salah satu capture dari konten berita yg di share oleh akun facebook itu.
Mohon ditindaklanjuti, terima kasih
INFORMASI TAMBAHAN:
Tidak ada informasi tambahan
TRACKING ID#: 1633105
USER: Anonim
PLATFORM: Web
TANGGAL: 18 November 2016 09:37:26
KATEGORI: Kategori Informasi
AREA: Nasional
STATUS: Belum
DILIHAT: 136
USER: Anonim
PLATFORM: Web
TANGGAL: 18 November 2016 09:37:26
KATEGORI: Kategori Informasi
AREA: Nasional
STATUS: Belum
DILIHAT: 136
saya cek sudah tdk ada halaman tersebut
19 November 2016 06:15:53
masih ada... masuk dahulu ke facebook
19 November 2016 16:50:01
MASALAHNYA MEREKA PAKAI NOMER telphon Saya...
Johanes Wisnhu Murti ITU SIAPA?
LAPOR di www.lapor.go.id menggunakan Nomer telphon saya
TV One Bongkar Rekayasa Licik Memfitnah Aksi Bela Islam 411 Peserta Dibayar Rp 500Ribu
Label:
Berita,
Populer,
Serba Serbi,
Video
Peserta Aksi Umat Islam 4 November adalah massa garis keras dan mereka dibayar Rp 500 ribu per orang.
Ahok Tuding Pendemo 4/11 Kelompok Garis Keras dan Dibayar Rp 500 Ribu
Link: http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/11/17/ogrksr334-ahok-tuding-pendemo-411-kelompok-garis-keras-dan-dibayar-rp-500-ribu
Demikian berita yang heboh pasca penetapan Ahok sebagai tersangka kasus penistaan agama.
Ahok Tuding Pendemo 4/11 Kelompok Garis Keras dan Dibayar Rp 500 Ribu
Link: http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/11/17/ogrksr334-ahok-tuding-pendemo-411-kelompok-garis-keras-dan-dibayar-rp-500-ribu
Demikian berita yang heboh pasca penetapan Ahok sebagai tersangka kasus penistaan agama.
Tuduhan demo bayaran ini disampaikan Ahok saat wawancara eksklusif dengan media Australia ABC.
"Hal ini tidak mudah (mengungkap pendana demo), Anda mengirim lebih dari 100 ribu orang, sebagian besar dari mereka (pendemo), jika Anda melihat berita itu, mereka mengatakan mereka mendapat uang Rp 500 ribu," kata Ahok dalam wawancara dengan ABC.
Dalam acara TvOne terungkap bagaimana REKAYASA LICIK agar tercipta opini dan berita bahwa Aksi Umat Islam 4 November adalah aksi bayaran.
Dalam program "Benang Merah" yang tayang di tvOne edisi Kamis, 24 November 2016 mengangkat tema: "Siasat Penyebar Info Sesat" atau yang biasa disebut berita hoax.
Salah satu nara sumber yang dihadirkan TV One pada acara itu dalah TONI (nama samaran), salah satu anggota tim profesional (yang dibantu intelijen) yang menerima pesanan dari siapa saja (CLIENT) untuk menyebarkan informasi (hoax atau kebenaran) via media sosial sesuai keinginan pemesan.
Bukan saja menyebarkan berita Sesat tapi juga "membuat/merekayasa peristiwa/sandiwara" agar kemudian dijadikan berita, diliput wartawan, padahal itu hanya rekayasa.
TONI menceritakan aksi mereka dalam demo 411 kemarin, timnya dibayar untuk mencitrakan bahwa demo tersebut demo bayaran.
Tim mereka mengerahkan massa saat Aksi 411, dan orang-orang tersebut diberikan masing-masing 500ribu. Lalu undang wartawan agar "peristiwa" itu diliput dijadikan berita bahwa peserta Aksi 411 dibayar.
Padahal kata TONI, peserta aksi sebenarnya yang asli tidak ada yang dibayar.
TONI juga mengatakan pengguna jasanya tersebut adalah orang yang sering dilihat di TV.
WoW... Selalu ada jalan terungkapnya kebenaran.
Terima kasih TV One.
Berikut rekaman video testimoni TONI di acara Tv One program Benang Merah "Siasat Penyebar Info Sesat".
[video]

