Arbitrase
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
"Arbitrase" (bahasa Inggris:arbitrage), yang dalam dunia ekonomi dan keuangan adalah praktik untuk memperoleh keuntungan dari perbedaan harga yang terjadi di antara dua pasar keuangan. Arbitrase ini merupakan suatu kombinasi penyesuaian transaksi atas dua pasar keuangan di mana keuntungan yang diperoleh adalah berasal dari selisih antara harga pasar yang satu dengan yang lainnya.
Dalam dunia akademis, istilah "arbitrase" ini diartikan sebagai suatu
transaksi tanpa arus kas negatif dalam keadaan yang bagaimanapun, dan
terdapat arus kas positif atas sekurangnya pada satu keadaan , atau
dengan istilah sederhana disebut sebagai "keuntungan tanpa risiko"
(risk-free profit).
Seorang yang melakukan arbitrase disebut "arbitraser" atau dalam istilah asing disebut juga arbitrageur. Istilah ini utamanya digunakan dalam perdagangan instrumen keuangan seperti obligasi, saham, derivatif, komoditi dan mata uang.
Apabila harga pasar tidak memungkinkan dilakukannya arbitrase yang menguntungkan, maka harga tersebut merupakan ekuilibrium arbitrase (lihat :harga keseimbangan) atau juga dikenal dengan istilah arbitrage equilibrium atau pasar bebas arbitrase. Ekulibrium atau keseimbangan arbitrase ini adalah prakondisi dari teori keseimbangan umum atau general equilibrium.
Arbitrase statistik merupakan suatu ketidak seimbangan atas nilai yang diperkirakan . Suatu kasino menggunakan arbitrase statistik ini pada hampir semua permainan yang menawarkan kesempatan menang.
Etimologi
Arbitrase (bahasa Inggris;"arbitrage" adalah berasal dari bahasa Perancis dan merujuk pada suatu putusan yang dibuat oleh seorang arbiter dalam suatu peradilan arbitrase atau arbitration tribunal. Pada Perancis modern, kata "arbitre" ini biasanya bermakna sebagai wasit. Penggunaan kata "arbitrase" sebagaimana yang dimaksud dalam artikel ini, pertama kali diperkenalkan pada tahun 1704
oleh "Mathieu de la Porte" dalam bukunya yang berjudul "La science des
négocians et teneurs de livres" sebagai suatu perhitungan atas perbedaan
nilai tukar guna mengenali suatu tempat yang paling menguntungkan untuk
melakukan penerbitan dan penyelesaian transaksi penukaran uang. ("[U]ne
combinaison que l’on fait de plusieurs Changes, pour connoître quelle
Place est plus avantageuse pour tirer et remettre").[1]
Kondisi arbitrase
Arbitrase adalah dimungkinkan apabila salah satu dari ketiga kondisi ini terjadi :
- Aset yang sama tidak diperdagangkan dengan harga yang sama pada setiap pasar.
- Dua aset dengan arus kas yang identik tidak diperdagangkan dengan harga yang sama.
- Suatu aset dengan nilai kontrak berjangka yang diketahui, di mana aset tersebut pada saat ini tidaklah diperdagangkan pada harga kontrak berjangka dengan dikurangi potongan harga berdasarkan suku bunga bebas risiko (atau terdapat biaya penyimpanan gudang atas aset tersebut yang tidak dapat diabaikan).
Arbitrase bukanlah merupakan suatu tindakan sederhana dari pembelian
produk disuatu pasar dan menjualnya dipasar lain dengan harga yang lebih
tinggi kelak. Transaksi arbitrase harus terjadi secara kesinambungan
guna menghindari terungkapnya risiko pasar ataupun risiko perubahan
harga pada salah satu pasar sebelum kedua transaksi selesai
dilaksanakan. Dalam segi praktik, hal ini umumnya hanya dimungkinkan
untuk dilakukan terhadap sekuriti dan produk keuangan yang dapat diperdagangkan secara elektronis.
Contoh arbitrase
- Misalnya saja nilai tukar ( setelah dipotong biaya penukaran) di London adalah 5 poundsterling = 10 USD = 1.000 yen dan nilai tukar di Tokyo adalah 1000 yen = 6 poundsterling = 12 USD. Sehingga dengan melakukan penukaran uang senilai ¥1000 akan memperoleh $12 di Tokyo dan dengan menukarkan $12 tersebut di London akan memperoleh ¥1.200, sehingga akan dilakukan arbitrase untuk keuntungan sebesar ¥200 tersebut. Dalam kenyataannya arbitrase segitiga ini sedemikian sederhananya namun amat jarang terjadi di mana e atas kurs spot valuta asing pada kontrak serah adalah lebih umum dilakukan.
- Contoh arbitrase yang melibatkan New York Stock Exchange dan Chicago Mercantile Exchange. Di mana harga saham pada NYSE dan kontrak serah yang menjadi korespondennya di CME adalah tidak seimbang, salah satunya dapat membeli sedikit lebih murah dan menjual dengan harga lebih mahal. Sebab perbedaan di antara harga tersebut kecil (dan tidak berlangsung lama) maka hal ini dapat menguntungkan apabila dilakukan dengan komputer untuk melakukan analisis harga di berbagai pasar dan secara otomatis melaksanakan perdagangan sewaktu terdapat harga yang selisih jauhy daripada karga keseimbangan. Aktivitas dari arbitraser lainnya dapat membuat hal ini menjadi sangat berisiko. Siapa yang memiliki komputer tercepat dan memiliki ahli matematika terpandai akan memperoleh keuntungan dari suatu selisih kecil berkesinambungan yang bagi investor individu merupakan hal yang tidak menguntungkan.
- Para ekonom menggunakan terminologi arbitrase tenaga kerja global (global labor arbitrage) untuk menunjukkan tendensi beralihnya proses manufaktur ke negara-negara dengan upah tenaga kerja rendah serta memiliki minimum peringkat kestabilan politik dan pertumbuhan ekonomi yang mendukung bagi industrialisasi. Saat ini nampaknya banyak yang mengalihak manufaktur ke RRC, dan yang membutuhkan tenaga kerja berbahasa Inggris mengalihkannya ke India dan Filipina.
Konvergensi harga
Arbitrase menyebabkan konvergensi harga pada pasar yang berbeda. Sebagai hasil dari arbitrase, nilai tukar mata uang, harga komoditi, dan harga sekuriti
pada pasar yang berbeda cenderung bersatu pada harga yang sama, pada
seluruh pasar yang ada, pada setiap kategori. Kecepatan dari bersatunya
harga-harga tersebut diukur dari efisiensi pasar. Arbitrase cenderung
untuk mengurangi diskriminasi harga dengan merangsang pasar orang untuk
melakukan pembelian pada harga murah dan menjualnya kembali saat harga
tinggi, sepanjang pembeli tidak dilarang untuk menjual kembali dan biaya
transaksi pembelian, penyimpanan dan penjualan kembali adalah relatif
rendah terhadap perbedaan harga pada pasar yang berbeda-beda.
Arbitrase menggerakkan mata uang yang berbeda-beda menuju suatu keseimbangan daya beli. Misalnya harga suatu mobil dibeli di Amerika lebih murah daripada di Kanada
. Maka orang Kanada akan membeli mobil melintaswi perbatasan negara
untuk memanfaatkan kondisi arbitrase . Pada saat yang sama, orang
Amerika akan membeli mobil Amerika dan mengirimkannya melewati
perbatasan serta menjualnya di Kanada. Orang Kanada harus membeli mata
uang dollar Amerika untuk membeli mobil tersebut, dan orang Amerika
harus menjual dollar Kanada yang diterimanya sebagai pembayaran mobil
yang dieksportnya. Kesemua aksi tersebut akan meningkatkan permintaan
dollar Amerika dan suplai dollar Kanada, dan sebagai hasilnya maka kurs
dollar Amerika akan menguat dan akan membuat harga mobil Amerika menjadi
mahal, dan harga mobil Kanada menjadi murah hingga suatu saat tidaklah
lagi menguntungkan membeli mobil di Amerika dan menjualnya di Kanada.
Risiko
Transaksi arbitrase pada pasar sekuriti
modern memiliki risiko yang rendah. Umumnya adalah tidak mungkin untuk
menutup 2 atau 3 transaksi pada saat yang bersamaan, oleh karenanya ada
kemungkinan bahwa sewaktu satu transaksi ditutup maka akan terjadi
kenaikan harga di pasar secara cepat yang membuat tidak mungkin
dilakukannya transaksi lain dengan harga menguntungkan. Terdapat juga
risiko pada mitra pengimbang di mana
pihak mitra pengimbang gagal melaksanakan kesepakatan, bahaya ini
sangat serius sebab suatu kuantitas yang amat besar harus diperdagangkan
guna memperoleh keuntungan atas perbedaan harga yang amat kecil
tersebut. Risiko ini akan membesar apabila terdapat daya ungkit atau uang yang digunakan adalah uang pinjaman.
Risiko lainnya terjadi apabila barang yang dibeli dan dijual tidak
sama dan arbitrase dilakukan berdasarkan asumsi bahwa harga barang
tersebut adalah saling berhubungan atau terprediksi.
Persaingan di pasar juga dapat menciptakan risiko sepanjang trasnaksi
arbitrase. Misalnya, apabila ada orang yang bermaksud untuk mengambil
keuntungan dari perbedaan harga saham IBM yang diperdagangkan di NYSE
dan yang diperdagangkan di London Stock Exchange, maka mereka dapat saja
melakukan pembelian dalam jumlah yang amat besar atas saham IBM di
pasar NYSE lalu ternyata bahwa mereka tidak dapat menjualnya di pasar
LSE. Hal ini menjadikan si arbitraser pada posisi risiko tanpa lindung nilai.
Pada era tahun 1980an, risiko arbitrase menjadi umum. Dalam spekulasi bentuk ini, yang seorang memperdagangkan sekuriti yang secara nyata harganya di bawah ataupun di atas nilai sebenarnya, di mana sewaktu dilihatnya bahwa valuasi yang salah tersebut akan terkoreksi oleh suatu peristiwa.
Jenis arbitrase
Arbitrase merger
Arbitrase merger yang umumnya dilakukan dengan membeli saham dari perusahaan yang menjadi target akuisisi disamping membeli dengan cara short selling saham perusahaan yang akan mengambil alih.
Biasanya harga pasar dari perusahaan yang menjadi target akuisisi
lebih rendah daripada harga yang ditawarkan oleh perusahaan yang akan
mengakuisisi. Rentang harga antara kedua harga ini tergantung pada unsur
"kemungkinan" dan penentuan saat yang tepat atas selesainya pelaksanaan
akuisisi demikian pula dengan suku bunga yang berlaku.
Pertaruhan dalam arbitrase merger yaitu bahwa rentang harga akan
menjadi nol, apabila dan manakala proses akuisisi selesai. Risiko yang
dihadapi yaitu apabila kesepakatan tersebut gagal dan rentang harga
menjadi sangat lebar.
Arbitrase obligasi daerah
Arbitrase obligasi daerah merupakan strategi pengelola investasi global yang menggunakan satu atau dua tehnik.
Umumnya seorang manajer akan mencari kesempatan atas nilai relatif dengan cara melakukan penjualan dan pembelian obligasi daerah dengan jangka waktu netral. Nilai relatif yang diperdagangkan mungkin terjadi antara penerbit yang berbeda, obligasi
yang berbeda yang diterbitkan oleh lembaga yang sama, ataupun struktur
permodalan yang diperdagangkan dengan menggunakan referensi atas aset
yang sama.
Arbitrase obligasi konversi
Suatu obligasi konversi merupakan obligasi di mana investor
dapat mengembalikannya kepada perusahaan penerbit dengan ditukarkan
dengan sejumlah tertentu saham perusahaan yang telah ditetapkan
sebelumnya.
Obligasi konversi ini ibaratnya suatu obligasi swasta dengan opsi beli saham yang melekat padanya.
Harga dari obligasi konversi ini sangat sensitif terhadap 3 faktur utama yaitu :
- suku bunga. Sewaktu suku bunga bergerak naik maka harga obligasi konversi akan bergerak turun, tetapi bagian opsi beli dari obligasi konversi akan menjadi naik dan harga secara keseluruhan cenderung menurun.
- harga saham. Sewaktu harga saham yang dapat dikonversi dari obligasi tersebut bergerak naik maka harga obligasi akan cenderung naik.
- obligasi selisih kredit . Apabila kelayakan kredit dari sipenerbit menurun ( misalnya peringkat kreditnya diturunkan) dan rentang selisih kredit melebar, harga obligasi cenderung bergerak turun tetapi dalam banyak kasus, bagian opsi beli dari obligasi konversi akan bergerak naik.
Depository receipts
Depository receipt adalah sekuriti yang ditawarkan sebagai pengikut saham pada pasar asing, misalnya suatu perusahaan Jepang ingin memperoleh uang maka ia dapat menerbitkan depository receipt pada the New York Stock Exchange, oleh karena terbatasnya jumlah modal yang beredar pada bursa lokal . Sekuriti ini dikenal dengan nama ADRs (American Depositary Receipt) atau GDRs (Global Depositary Receipt) tergantung di mana
mereka diterbitkan. Di sini terdapat selisih antara nilai yang tertera
dan nilai yang sesungguhnya, dan ADR yang diperdagangkan pada nilai di
bawah nilai sesungguhnya maka seseorang yang membeli ADR dapat
mengharapkan keuntungan apabila nilai tersebut mengalami perubahan
menjadi nilai yang sesungguhnya. Namun ada risiko atas turunnya nilai
saham sehingga dengan melakukan "short" maka atas risiko tersebut dapat
dilakukan lindung nilai.
Arbitrase peraturan
Arbitrase peraturan (regulatory arbitrage) adalah suatu arbitrase di mana
suatu lembaga mengambil keuntungan atas selisih antara suatu risiko
nyata atau risiko ekonomis dengan posisi aturan yang ada. Misalnya,
suatu bank yang beroperasi berdasarkan aturan Basel Idi mana bank harus memiliki modal ditahan sebesar 8% guna mengatasi risiko kredit, namun risiko gagal bayar yang sesungguhnya adalah amat rendah maka adalah menguntungkan apabila atas hutang tersebut dilakukan sekuritisasi
sehingga pinjaman berisiko rendah tersebut dikeluarkan dari portofolio
bank. Di sisi lain, apabila risiko ternyata lebih besar daripada risiko
yang diatur oleh peraturan yang ada maka akan menguntungkan apabila
utang tersebut ditahan dalam portofolio bank.